Selasa, 25 Agustus 2015

SEJARAH GITAR LISTRIK

SEJARAH GITAR LISTRIK

 

Gitar listrik adalah sejenis gitar yang menggunakan beberapa pickup untuk mengubah bunyi atau getaran dari string gitar menjadi arus listrik yang akan dikuatkan kembali dengan menggunakan seperangkat amplifier dan loud speaker. Suara gitar listrik dihasilkan dari getaran senar gitar yang mengenai kumparan yang ada di badan gitar yang biasa disebut "pick up". Terkadang sinyal yang keluar dari pickup diubah secara elektronik dengan gitar effect sebagai reverb ataupun distorsi.
Gitar listrik pertama digunakan oleh gitaris-gitaris jazz yang memakai amplifier hollow bodied untuk mendapatkan suara yang lebih besar. Gitar listrik yang pertama adalah gitar hollow bodied dengan pickup baja yang dibuat oleh pabrikan Rickenbacker pada tahun 1931. Gitar listrik adalah instrumen kunci dalam perkembangan musik yang muncul sejak 1940, termasuk Chicago Blues, rock and roll dan blues rock 1962.
 Gitar listrik awalnya didisain oleh pembuat gitar, pencinta elektronika dan pabrikan alat-alat musik.Inovator gitar Les Paul mengadaptasi instrumen hollow bodied dengan memakai tungsten pickup, gitar jenis ini mulai diproduksi oleh Electro String Instrument Corporation pada tahun 1932. Disain pertama mereka dibuat oleh Harry Watson, seorang ahli yang bekerja di Electro String Company.Gitar baru tersebut dinamai "Rickenbacker" oleh perusahaan dan menjadi yang pertama di jenisnya. Dokumentasi pertama penampilan dengan gitar listrik adalah tahun 1932 oleh seorang gitaris dan bandleader Gage Brewer. Brewew mempublikasikan instrumen barunya dalam sebuah artikel di Wichita Beacon pada 2 oktober 1932 dan terus tampil dalam bulan tersebut. Perekaman pertama dengan gitar listrik dibuat oleh pemain-pemain Hawaiian Style seperti Andy Iola pada awal tahun 1933. Alvino Rey adalah seniman yang membawa instrumen ini ke penikmat yang lebih luas dalam suatu settingan orkestra besar, kemudian mengembangkan gitar dengan pedal besi untuk Gibson Ediie Durham memperkenalkan instrumen gitar listrik spanish kepada seorang pemuda yang bernama Charlie Christian yang membuat instrumen tersebut terkenal dalam perjalanan hidupnya dan secara umum dikenal sebagai gitar listrik pertama dan juga membawa pengaruh yang besar ke dalam musik jazz sampai dekade selanjutnya. Perekaman pertama gitar listrik spanish adalah di Dallas September 1939, dalam sebuah session oleh Roy Newman and His Boys sebuah band Western Swing. Sang gitaris Jim Boyd memakai gitar listriknya sepanjang perekaman 3 buah lagu salah satunya "Corrine, Corrina". Awal-awalnya pabrikan gitar meliputi : Rickenbacker pada tahun 1932, Dobro tahun 1933, National, Audio Vox dan Volu-Ton tahun 1934, Vega, Epiphone, dan Gibson tahun 1936, dan banyak lagi sejak tahun 1936. Versi instrumen yang paling dikenali saat ini adalah Solid Bodied Electric Guitar atau gitar listrik berbodi padat, yang terbuat dari kayu padat tanpa ruang udara di bodinya. Rickenbacker menawarkan sebuah gitar listrik dengan cetakan aluminium yang dijuluki The Frying Pan atau The Pancake Guitar. Dikembangkan tahun 1931 dan mulai diproduksi dimusim semi 1932, gitar ini menghasilkan suara yang modern dan agresif. Perusahaan Audio Vox membuat dan mungkin sudah menawarkan gitar solid body di pertengahan 1930. Sebuah gitar padat lainnya didisain oleh seorang musisi dan penemu Les Paul di awal 1940, dia bekerja paruh waktu di Epiphone Guitar. Gitar Log Guitarnya telah dipatenkan dan sering dianggap sebagai yang pertama di jenisnya.


Effect Gitar Analog vs Digital Beserta Kelebihan dan Kekurangannya

Bagi para gitaris effect gitar adalah salah satu perangkat wajib yang harus digunakan sebagai media dalam mengeksplorasi dan menghasilkan karater sound dari gitar. Sehingga tidak heran ditengah perkembangan teknologi yang semakin maju seperti sekarang ini terdapat beragam effect yang ada dipasaran baik dari jenis suara yang dihasilkan, merk maupun, kecanggihan teknologi yang ditawarkan.

Secara garis besar saja effect gitar pada umumnya dibagi menjadi dua jenis yaitu analog dan digital yang semuanya memiliki kelebihan sendiri-sendiri. Selain itu sebagai seorang gitaris pasti anda juga memiliki selera tersendiri yang dipengaruhi oleh berbagai macam faktor dalam menentukan jenis effect gitar yang disukai, seperti karakter permainan gitar anda, aliran musik yang sering anda mainkan, dan tidak kalah pentingnya yang juga bisa dibilang masalah klasik adalah faktor budget untuk bisa membeli effect yang sesuai. 

Oleh karena itu pada artikel kali ini kami akan membahas tentang perbedaan dari dua jenis effect gitar secara umum, baik dari segi kelemahan maupun kelebihannya.
Effect gitar Analog
Effect seperti ini pada umumnya setiap effect hanya memiliki satu jenis karakter suara saja, sehingga untuk menghasilkan karakter sound yang baik dibutuhkan beberpa effect yang dikoneksikan secara paralel.  Effect analog pada umumnya yang sering digunakan adalah distorsi seperti Overdrive, Metalzone, hyper metal, dan juga effect lain seperti Equalizer, Chorus, Delay, Wah Pedal, Auto Wah, Flanger, Phaser, Sustainer dan lain-lain.

Effect analog sendiri juga memiliki beberapa jenis diantaranya adalah Stomp Box yang berupa kotak-kotak kecil yang disusun paralel atau gitaris Jawa dahulu sering menyebutnya sebagai effect kodok-kodokan. Selain itu ada juga effect Rack system yang sesuai dengan namanya disusun secara paralel seperti rack dan ukurannya besar bahkan ada yang seukuran lemari.  

Kelebihan dari effect analog :

1. Effect seperti ini memiliki suara yang lebih natural dibandingkan dengan effect digital atau dengan kata lain suara string atau dawai pada gitar walaupun sudah dieksplor dengan beragam effect masih terdengar jelas keasliannya.

2. Parameter dari effect analog lebih detail, sehingga anda akan lebih leluasa dalam menseting berbagai effect dan mencari karakternya satu-persatu dari semua effect digital yang anda gunakan.

3. Cara pengoperasinnya lebih mudah, karena pada umumnya hampir semua merk effect analog cara pengoperasinnya hampir sama yaitu menggunakan potensio atau knob putar.

Kelemahan dari effect analog
1. Harganya lebih mahal, kenapa bisa dibilang lebih mahal, sebagai contoh setidaknya atau yang paling minim seorang gitaris membutuhkan beberapa effect seperti distorsi, chorus, delay dan equalizer. Keempat effect tersebut bisa anda dapatkan dengan harga sekitar 2-3 juta rupiah untuk yang jenis stombox analog, sedangkan jika anda berniat membeli effect digital dengan harga seperti itu akan mendapatkan sebuah effect digital yang didalammnya terdapat hingga ratusan jenis effect.

Terlebih lagi jika effect analog rack system, untuk membeli keempat jenis effect tersebut diatas saja harganya bisa hingga puluhan juta. Tentu saja effect seperti ini yang mampu membelinya adalah para gitaris profesional skala nasioanal maupun international saja.

2. Tidak praktis alias ribet, karena kita harus menggabungkan serangkain beberapa effect sehingga menjadi lebih lebar, apalagi effect analog rack system besarnya bisa satu lemari pakaian ukuran kecil.

3. Walaupun cara pengoperasiannya mudah namun, untuk mendapatkan karakter sound yang baik cenderung lebih susah karena parameternya sangat detail, sehingga membutuhkan kejelian ketika mensetingnya.

Effect Gitar Digital//Multieffect
Ditengah perkembangan teknologi digitalisasi seperti ini untuk perangkat musik juga tidak bisa lepas, sehingga tercipta effect digital yang lebih ringkas, multi fungsi, dan terdapat beragam jenis effect yang bisa digunakan dalam satu perangkat saja.

Kelebihan effect digital
1. Harganya bisa dibilang lebih murah, karena dalam satu perangkat effect saja terdapat banyak sekali jenis effect suara yang bisa kita gunakan.

2. Selain terdapat bermacam-macam effect juga ada fasilitas lain yang bisa kita gunakan diantaranya adalah metronome, tuner, recorder, sampling intsrument dan lain-lain. Hal tersebut tentu juga tergantung dari harga dan merk

3. Mencari karakter suara gitar yang kita inginkan lebih mudah, karena terdapat banyak sekali sampling-sampling yang sudah ada dari bawaan pabrik, yang tinggal diedit untuk menyesuaikan dengan selera kita.

4. Lebih Fleksibel, lebih portable, lebih mobile sehingga mudah untuk dibawa kemana-mana.

Kekurangan effect digital
1. Salah satu yang dianggap paling menonjol adalah suaranya kurang natural, bahkan terlalu banyak jenis effect yang suaranya aneh sehingga banyak gitaris yang enggan menggunakannya.

2. Mudah rusak karena seperti kita tahu, teknologi digital lebih rawan terhadap virus, bahkan tegangan listrik yang berubah-ubah atau yang kurang stabil juga memudahkan perangkat digital akan rusak. Sehingga ada baiknya gunakan stabilizer bagi anda pengguna effect digital yang apabila tegangan listrik dirumah atau dimana saja tidak stabil.

3. Cara pengoperasian yang cukup sulit, karena tiap merk yang berbeda pasti memiliki cara pengoperasian yang berbeda pula, sehingga jika kita dihadapkan dengan sebuah effect digital yang belum pernah kita operasikan membutuhkan waktu lagi untuk beradaptasi.

Selain dari beberapa perbedaan diatas pasti masih banyak lagi yang lainnya, karena semua juga tergantung dari selera kita masing-masing, dan jika anda memiliki pendapat lain atau ingin menambahkan silahkan berkomentar pada kota dibawah ini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar